Budidaya Jangkrik

 

Jenis Jangkrik : Jangkrik Kalung
Kandungan :
  • protein
  • asam amino (sistein untuk antioksidan)
  • asam lemak (omega 3 dan omega 6)
  • hormon (progesteron, estrogen dan testosteron)
  • kolagen

 

Proses Pembudidayaan:

1) Pembuatan Kandang

Bahan kandang : kayu tripleks atau kardus bekas
Bahan atap : koran/daun kelapa/daun pisang/daunjati/daun tebu/serabut kelapa
Peralatan : lakban licin coklat 4 buah, lem kertas putih 4 buah, serbuk gergaji 2 plastik, lis kayu/bambu 40+40
Ukuran : 100 cm x 60 cm x 30 cm
Kapasitas : 4,000 ekor jangkrik (20 gram telur jangkrik)
Penggunaan : 4-5 kali
Pendukung : rumah jangkrik untuk tempat merambat dan bertengger dan berupa empat lengkungan besar dan delapan lengkungan kecil yang dibentuk seperti kerangka besi sebuah payung

2) Penetasan Telur

Peralatan : kain tetas 2 buah, nampan 2 buah, pasir, sprayer, kertas koran bekas, 20 gram telur jangkrik (20 gram = 4 kg jangkrik umur 35 hari, 1 kg jangkrik = 1,000 ekor jangkrik)
Proses penetasan :
  1. angin-anginkan telur selama 30 menit
  2. cuci pasir dengan air panas dan masukkan ke dalam nampan
  3. lembabkan kain tetas dengan percikan air dan letakan kain tetas di atas nampan
  4. taburkan telur  secara merata di atas kain tetas
  5. lipat kain tetas untuk menutupi telur dan tutupi juga dengan kertas koran lembab
  6. jaga kelembaban kain tetas, telur akan menetas dalam 2-3 hari

3) Pemeliharaan dan Pembesaran

Pakan

  • jangkrik diberi pakan seperti pelet dan sayuran (wortel, gambas, daun katuk, daun pepaya, sawi dll)
  • pemberian pakan sayuran pada masa pertumbuhan hari ke-1 sampai ke-10 sebanyak 2 kali per hari, sedangkan dari hari ke-11 sampai ke-30 sebanyak 1 kali per dua hari, dan masa pertumbuhan lebih dari 30 hari tidak diberi pakan sayur
  • sebelum diberikan kepada jangkrik, sayuran dicuci, ditiriskan dan diiris tipis, kemudian angin-anginkan selama lima menit
  • pakan sayuran yang bersisa sebaiknya diganti pada sore hari
  • pakan diletakan di tengah kotak dengan menggunakan alas
  • dibutuhkan 6 kg pakan sampai panen
  • pakan pelet diletakan tipis merata (tidak menggunung)
  • kontrol pakan dua kali sehari

Minum

  • masa pertumbuhan 1-10 minuman diberikan dengan membasahkan spon/busa dalam wadah/nampan beralas pasir atau kain di tengah kotak
  • masa pertumbuhan lebih dari 10 hari minuman diberikan di nampan penetasan yang diisi kerikil dan air
  • kontrol minuman agar tidak kekurangan

4) Catatan

  • usahakan suhu kurang dari 30°C agar jangkrik tidak tumbuh kerdil
  • pemilihan bibit harus diperhatikan agar tidak mendapatkan jangkrik yang kurang bagus
  • kekurangan pakan/minum atau rumah persembunyian akan mengakibatkan kanibalisme atau saling memakan antar jangkrik
  • makanan tak teratur dapat menyebabkan jangkrik mencret
  • sebelum digunakan kembali, kandang dibersihkan dengan kuas/sikat gigi bekas dan semprotkan dengan larutan sirih atau desinfektan, dan jemur langsung di bawah sinar matahari selama 2 hari
  • jangkrik bisa dipanen pada umur 35 hari, yaitu ketika sudah bersayap

source: http://sutanmuda.wordpress.com/


© DinoPet Store (dinopetstore.wordpress.com & dinopetstore.blogspot.com)

  1. Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: